"Hakekat alam dan isinya atau semua yang
terlihat oleh mata, hakekatnya adalah wujud Allah”
Maknanya adalah
Dengan kita memperhatikan alam dan isinya atau semua yang terlihat oleh mata
yang merupakan tanda-tanda kekuasaanNya atau disebut juga ayat-ayat kauniyah
maka kita bisa mengetahui dan meyakini keberadaan dan kebesaran Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
Manusia mengenal Allah (makrifatullah) melalui
tanda-tanda kekuasaanNya yang merupakan ayat-ayat kauniyah yaitu ayat-ayat
dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada
didalamnya termasuk wujud kita.
Ayat-ayat kauniyah dapat menegaskan
kemukjizatan ilmiah pada ayat-ayat qauliyah(Al Qur’an) sehingga manusia semakin
mengakui kebenaran ayat-ayat qauliyah (Al Qur’an).
Firman Allah ta’ala yang artinya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah
Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala
sesuatu?“ (QS. Fush Shilat [41]:53 )
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.” (QS Ali ‘Imran [3]:191).
“Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di
langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul
yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman“. (QS Yunus [10] : 101).Jadi mengenal keberadaan atau wujud Allah bukan
dengan cara menempatkanNya disuatu tempatSedang ayat yg bermakna *Alloh bersemayam di Arsy* dan ayat yg semakna adalah
ayat2 Mutasyabih...Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah
melarang kita untuk bertanya atau memikirkan tentang DzatNya
Komentar
Posting Komentar