HIDUP INI IBARAT MENULIS DI SEBUAH BUKU...

     Firman Allah dinawah ini mengisyaratkan...bahwa manusia sekalian memiliki buku kosong saat dilahirkan, lalu catatannya diisi kita sendiri dgn akhlaq keseharian kita tanpa sedetik dan satu helaan nafas pun yg terlewati...buku itulah kitab hisab mu dan bukan Allah atau Malaikat yg akan menghisab diri kita..

      Maka bacalah tiap hari apakah kitab kita dipenuhi kebatilan ataukah amarma'ruf..koreksi lalu yg batil kita hapus dgn taubah dan yg ma'ruf lebih kita penuhkan tulisannya
firman Allah swt :
     Artinya : “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al Israa : 14)
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”. (QS Al Ankabut 29 : 43)
“Dan janganlah engkau sembunyikan kebenaran itu, padahal engkau mengetahuinya”. (QS Al Baqarah 2 : 42).

       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap anak Adam dilahirkan di atas fithrohnya. Kedua orangtuanyalah yang menjadikan dia Majusi, atau Yahudi, atau Nashrani”. (Muttafaqun ‘Alaihi)
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يَـوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ- وَفِى رِوَايَةٍ: عَلَى هَذِهِ الْمِلَّةِ- فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانَهُ أَوْيُنَصِّرَانَهُ أَوْيُمَجِّسَانَهُ، كَمَا تُوْلَدُ بَهِيْمَةٌ جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟
“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah”—dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam keadaan memeluk agama ini—Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana seekor binatang dilahirkan dalam keadaan utuh (sempurna), apakah kalian mendapatinya dalam keadaan terpotong (cacat)” (HR. Bukhari dan Muslim).

catatan simpulan :
"Hidup adalah permainan,tentulah sebuah permainan akan habis waktu bermainnya."


stay istiqamah......!!! 

Komentar

Posting Komentar